Kamis, 29 September 2011

Bisa, kalau tidak ada yang jalan #failed

Dengerin berita nasional pagi-pagi itu cuma bisa bikin kita 2 hal yaitu prihatin dan ketawa. Ketawa prihatin juga maksudnya -___-". Tadi pagi, saya nonton berita pagi di salah satu stasiun  TV swasta kepunyaan salah satu petinggi super kaya raya di negeri ini (yaaa,y'all know who laah). Membahas masalah kecelakaan transportasi yang makin meningkat akhir akhir ini dengan mengundang narasumber yang salah satunya adalah pejabat di kementerian perhubungan. Masalah transportasi di Indonesia memang ga pernah lepas dari kata image kalau nggak BURUK, MENYEDIHKAN, DELAY, dan KECELAKAAN. 

Heeem,, ngasalnya to the max
Baik darat, laut, udara, semuanya masih  jauh dari kata aman untuk para konsumen nya. Seperti yang baru saja kemaren terjadi, yaitu kecelakaan pesawat CASA 212-200 di bukit Bahorok yang makin menambah daftar kelam dan catatan buruk kinerja pemerintahan di bidang transportasi. Heeem,,,saya ga pingin membahas panjang lebar mengenai kecelakaannya sih, tapi lebih ke konten berita yang tadi pagi saya tonton. Dan inilah yang membuat saya 2 hal tadi yaitu prihatin dan ketawa *prihatin*. Entah anchor nya yang ga pintar mengemas pertanyaan wawancara atau bapak-bapak pejabatnya yang ga pintar-pintar amat juga jawabnya. Jadi beginilah kira-kira cuplikan wawancaranya.

Anchor Cantik : Masalah kecelakaan ini selalu ramai dibicarakan setelah kejadian pak
Tanggapan saya : Lhah, kalau belum kejadian ya bukan kecelakaan donk, mbak
Narasumber : Diam saja
Anchor Cantik : Saya tidak mau lagi dengar di tahun tahun berikutnya terjadi kecelakaan
Tanggapan  saya : Yaaa mungkin maksudnya benar, tapi siapa elu,,heuheuheu
Anchor Cantik : Bapak bisa jamin tidak sejak bulan oktober dan selanjutnya tidak akan terjadi lagi kecelakaan
Narasumber : Wah, tidak bisa seperti itu, saya bisa jamin kalau tidak ada alat transportasi yang berjalan !!!!

GUBRAAAAAKKKK!!!!
*speechless*

Jumat, 23 September 2011

Yang Satunya Bukan Gunting Kuku

Holaaaaaa,,,,
Rutinitas tiap pagi setiap mau berangkat kantor memang selalu menghebohkan. Bukan hanya menghebohkan, tapi juga bisa mengganggu kinerja saraf motorik dan sensorik seseorang. Contohnya saya. Dan inilah kebodohan saya di suatu pagi menjelang ke kantor. 

Pagi itu, saya sudah memantapkan niat saya untuk potong kuku. Potong kuku tu kegiatan sepele sih, tapi kalau ga diniatin suka males dan akhirnya ya gitu deh, menyepelekan, menunda-nunda, dan ga dipotong potong deh kukunya,hehehehe..Roommate saya, namanya farah (nama sebenarnya) sudah meminjamkan saya seperangkat alat meni pedi. Jadi rutinitas gunting kuku ga boleh terabaikan lagi donk.


Singkat cerita, saya mengambil gunting kuku - yang menurut penglihatan dan pemikiran saya hanya itulah gunting kuku yang ada di wadah itu (lihat yang dilingkari merah putus-putus). Hmm, mungkin belum jelas ya, jadi bentuk gunting kukunya lebih tepatnya seperti ini 


Ujung pengguntingnya runcing, dan menurut saya yang kurang terbiasa memakai gunting kuku model itu lumayan menyulitkan rutinitas pagi itu. Jadilah saya menggunting kuku sambil mengomel-ngomel sama farah (kenapa jadi nyalahin farah ya btw :D).  Kira-kira begini percakapannya

saya  : gunting kuku lo ga ada normal ya
farah : kenapa emang ?
saya  : runcing begini, jadi bojel-bojel deh (deskripsiin sendiri deh apa itu bojel, saya juga bingung) kuku
farah : lhah, lo pake gunting kuku yang mana
saya  : nih yang ujungnya runcing (seperti gambar di atas donk)
farah : lhah, kan ada yang normal, kok lo ga pake yang itu ?
saya  : yang mana??? (terperanjat *lebay sih)
farah : kan ada di tempatnya

Saya lihat lagi wadahnya, astaghfirullahaladziiiiim....yang disebelah tempat gunting kuku runcing itu kan gunting kuku normal???? aaaaaa..saya keki setengah mati. Apa ya tadi yang ada di pikiran saya, pas ngambil gunting kuku runcing. Bukannya ga kelihatan sih si gunting kuku normal, tapi...

farah  : nah, ada kan yang normal ?
saya   : faraaaaah, gw kira yang satunya tadi bukan gunting kuku
farah  :  -____________-"

TAMAT








Point Theory

Berawal dari kegalauan saya pada suatu minggu dan mendorong saya untuk impulsif bertanya pada salah seorang teman cowok tentang apakah ini salah, itu benar dari sisi dan kacamata cowok. Mungkin saja saya sebagai cewek terlalu drama atau mungkin cowok terlalu menganggap segalanya sepele. Dan pada akhirnya saya malah diajari cara move on. Hiyalhooooo....beginilah saudara-saudara menurut teman saya ini yang identitasnya saya rahasiakan saja ya..soalnya konon dia takut dianggap nyaingin mario teguh huehehehehe..




Yaaah, jadi begitulah saudara-saudara. Yaaa ga memaksa untuk membenarkan juga teori yang saya sebut point theory ini (cetek amat ya ngasih namanya :p). Namun belajar untuk merubah mindset kita bahwa dibalik sedih yang membuat kita jatuh, tidak sepantasnya kita terus terfokus pada kesedihan itu. Ya nggak? Yaa ngomong sih emang gampang, tapi bukannya ga mungkin buat dilakuin juga kan? hehehe... 





Kamis, 22 September 2011

22 Reasons To Never Give Up


1. As long as you are alive, anything is possible.
The only valid excuse you have to give up is if you are dead. As long as you are alive (and healthy and free) you have the choice to keep trying until you finally succeed.
2. Be realistic.
The chance of mastering something the first time you do it is almost non-existent. Everything takes time to learn and you will make mistakes. Learn from them.
3. Michael Jordan
Arguably the best basketball player of all time. He attributes his success to all his failures. He just never gave up even when he knew he had missed over 300 shots and had missed the winning shot of the game many times. Every time he got knocked down he got back up again.
4. Lance Armstrong
Lance was diagnosed with serious cancer that had spread throughout his entire body. He had cancer cells the size of golf balls in his lungs. Despite all odds he overcame the cancer and set out to win the Tour de France 6 consecutive years in a row.
5. Muhammad Ali 
“Float like a butterfly, sting like a bee.” Muhammad Ali is one of the best boxers the world has ever known. He suffered only 5 losses while having 56 wins and was the first boxer to win the lineal heavyweight championship three times. This is a guy who literally knows how to get knocked down and get back up.
6. The man who created the marathon.
Very long ago, an Athenian herald was sent to Sparta to get help when the Persians landed in Greece. It was said that he ran 240km in 2 days and after that he ran 40km to announce the victory of the Greeks only to collapse and die on the spot from exhaustion. If you ever feel like things are difficult, imagine what it would be like to run 240km in 2 days. (Don’t try that because you might die from it, but use it as an inspiration.)
7. Chris Gardner - The Pursuit of Happiness
Have you seen the movie The Pursuit of Happyness? It is based on the life story of Chris Gardener, a man who went for the lowest of the lows in an environment where most people would give up (no money, no job) to the highest of the highs (a millionaire with his own investment firm). If you ever think about giving up, watch this movie!
8. Kanye West
I’m pretty sure you have heard of the rapper Kanye West. Read his story. He is a big inspiration and proves that you can go from having very little to being among the most famous and respected people in the world.
9. Nelson Mandela
Campaigned for justice and freedom in his South Africa. Spent 20 years in jail for his opposition to apartheid. On release, he healed the wounds of apartheid by his magnanimous attitude toward his former political enemies.
10. You are strong.
You are stronger than you think. One little setback is not enough to stop you from achieving your goals. Neither are 10 or 100 or 1000 setbacks.
11. Prove yourself.
You don’t want to be known as someone that is weak and gives up. Go out there and prove yourself to the world and to yourself. You CAN and WILL achieve what you set out to do. The only time you fail is when you give up.
12. Has it been done before?
If someone else can do it then so can you. Even if it is only one other person in the world that has achieved what you have set out to achieve, that should be reason enough for you to never give up.
13. Believe in your dreams.
Don’t sell yourself short. In life there are going to be many people who will try to bring you down and tell you what you want to achieve is not possible.
14. Your family and friends.
Let the people you love and who mean the world to you be your inspiration to persist and persevere. Maybe you need to try a different angle, study more or practice more but don’t give up!
15. Because I tell you to.
Not that I am any sort of guru or Godly figure, but if you want to give up then don’t. Just because I’m telling you not to.
16. There are people worse-off.
Right now there are many people who are in a worse situation and environment than you are. Are you thinking about giving up running 5 miles a week? Think about the people who are unable to even walk and how much they would give to be able to run 5 miles every day.
17. Improve our world.
When you achieve whatever you set out to achieve you can use your success to make a difference to the world or other peoples lives.
18. Get rich or die trying.
Like 50 Cent says, “Get rich or die trying.” 50 Cent is rich — he made it (although he did get shot 9 times). Face your fears and don’t take the easy way out by giving up.
19. Let the haters hate.
There will always be haters. There will always be plenty of people who try to tear you down. Don’t pay attention to them and don’t take what they say to heart. Let the haters hate and keep believing in yourself.
20. You deserve to be happy.
Don’t ever let anybody tell you otherwise. You deserve to be happy and you deserve to have success. Keep that mindset and never give up until you reach your destination!
21. Inspire others.
Be an inspiration to others by refusing to give up. Who knows what someone else can achieve because you never gave up and in turn inspired them not to give up.
22. You are so close.
Often when you feel like you want to give up you are so close to making a huge breakthrough. You are just a heartbeat away from success.
(Source: mindbodygreen.com)

Rabu, 21 September 2011

Impossible We Do Miracle We Try part 3 + (Road to)Impossible We Do Miracle We Try part 4

Guys! 
Akhir-akhir ini emang gw semangat banget kerja. Kerja emang bisa jadi distraksi yang oke banget untuk mencegah kegalauan, terutama buat gw yang gampang galau *curcol*. But seriously, bukan cuma sebagai distraksi aja sebenerna, tapi emang kerjaan  lagi heboh hebohnya. Dalam kurun waktu dua minggu di akhir bulan ini, ada dua kerjaan besar yang harus dikerjain. 

Kerjaan besar pertama di bulan ini ada pelaksanaan Training of Trainers (ToT) untuk seluruh koordinator wilayah proyek survei pasar rakyat 2011. Ibaratnya, kalau dalam pembangunan sebuah gedung, ToT ini merupakan peletakan batu pertamanya. Kegiatan ini berlangsung dua hari. Selama dua hari, kami yang disebut di sini sebagai (uhuk) tim tenaga ahli (sumpah, ga enak disebutnya, masih krucil begini.. muahahahaha ) harus memberikan materi mengenai bagaimana survei harus berjalan, pengisian kuesioner survei sebagai instrumen yang mereka gunakan, serta petunjuk-petunjuk terkait kuesioner. Kegiatan berlangsung lancar walaupun cukup  memanas di detik detik terakhir. Maklumlah, koordinator wilayah rata-rata merupakan orang-orang yang usianya jauh di atas kami dan lebih mempunyai pengalaman di lapangan. Mereka cukup mempertanyakan kompetensi kami dalam menyusun kuesioner dan petunjuk-petunjuk yang digunakan. Bahkan sempat ada peserta training yang nyeletuk " duh masih bocah!". Fiuuuuuhhhh, panas banget ngedengernya, untuk gw bisa menahan emosi, soalnya kalo ngga, bisa-bisa udah nangis, hahaha...ngga ding. Gitu doang mah ga bikin gw galau *ups, curcol lagi*.


Dan finally, selesailah dua hari kegiatan ToT yang cukup menguras pikiran, tenaga dan juga sedikit emosi,hehehe. Banyak banget pelajaran yang kami dapat dari kegiatan tersebut. Saking banyaknya, sampai-sampai yang saya ingat hanyalah mental masyarakat kita itu luar biasa payah dan pemalas. Gimana ngga, posisi sebagai koordinator wilayah saja tidak membuat mereka memiliki inisiatif untuk membaca-baca petunjuk yang HANYA tinggal dibaca, trus apakabar surveyor yang akan mereka training nanti?!! Mari berdoa saja,hehehehe..


Yap. Itu tadi, kegiatan besar pertama di akhir bulan september. Kegiatan besar kedua yang lebih besar, yang langsung bersentuhan dengan rapor ibu menteri sudah di depan mata. Isu reshuffle kabinet yang kencang berhembus akhir-akhir ini, yang nggak pernah gw peduliin sebelum-sebelumnya, sekarang tiap pagi sebelum ngantor dan tiap malem pulang kantor ga pernah ketinggalan gw ikutin. Yaa, minimal update lah. Nama UKP 4 kok jadi jauh lebih familiar dari biasa-biasanya. Fufufufu,,sepertinya minggu depan akan jadi minggu yang seru!! Hehehe, karena seminggu ini, ya inilah yang sedang kita kejar. Menyusun laporan pertengahan proyek pasar untuk dilaporkan ke UKP 4!! Ganbatteeeee ^_^ (masih penasaran juga sama gimana impossible we do miracle we try part 4 :P)

Senin, 12 September 2011

IMPOSSIBLE WE DO MIRACLE WE TRY part 2

Haloooo..
Daaaaan pengalaman heboh gw masih terus berlanjut..jadi ceritanya kesibukan demi kesibukan sudah mulai menggila minggu minggu ini. Tim pasar ini emg kerjaannya seru tapi workloadnya ampun deh. Seperti ibu staf ahli ini sudah ga kenal lagi sama yang namanya tanggal merah. Hari Minggu hanya berwarna merah di tanggalan saja. Jadi boro-boro deh mengharapkan TGIF, should be better I called Thanks God Iam still alive instead of Thanks God It's Friday..hahaha..

Since I wrote my last post, actually so many things happened in my work life. Maunya sih cerita semua kehebohan yang gak hanya bikin stress, pusing, capek, kesal,tapi juga ga pernah ada benernya. Hahahahaha. Saking seringnya eh selalu disalah2in, akhirnya cuma bisa ketawa miris. Bayangin aja, kalo setiap kerjaan selalu dimulai dengan ver 1.0, dan sekarang kerjaan gw itu sudah berada di titik ver 4.7, berarti sudah berapa kali revisi ayeeee, 47 kalii ya Tuhaaan! Kalau skripsi modelnya kayak begini, sudah dipecat jadi anak deh sama ortu, hehehehe *ketawa miris*.

Tapi diantara seluruh kegiatan kerjaan yang loadnya gila-gilaan, ada satu kejadian yang ga akan pernah gw lupa. Hari dimana gw dan teman satu tim gw mesti pontang panting biar rapor kerja ibu menteri ga 'merah'. Seriously. Jadi kami satu tim ini tugasnya memang memantau kerja tim-tim daerah, memberi mereka format laporan, mereview, merevisi, dan yang paling mengesalkan adalah MENAGIH! Dasar orang Indonesia yang penganut, kalo masih ada malam besok buat ngerjain kenapa mesti malam ini, dan yah itulah yang terjadi pada tim- tim daerah. Singkat cerita (ceileee,kayak apaan aja disingkat-singkat), tibalah hari seluruh laporan harus dikumpulkan dan dilaporkan ke UKP 4. Gw juga kurang paham apa dan bagaimana UKP 4 selaen yang gw tahu, UKP 4 adalah suatu Unit Kerja Presiden yang akan memantau dan menilai hasil kerja tiap menteri. Dan menteri yang dinilai tidak perform akan mendapatkan rapor 'merah' dimana nilai-nilai rapor menteri tersebut akan dibacakan di sidang paripurna. Wuiiiiiihhh...ngeriiii..oke, ngeri, dan ternyata yang lebih ngeri adalah menerima kenyataan bahwa tim kami yang masih kebanyakan fresh graduate (oke, 3 fresh graduate, 1 senior) inilah yang harus berada di 'dapur' super panas bu menteri. HUAHAHAHAHA *ketawa stress*.

Maka malam itu, kami satu tim pontang panting mereview sekaligus merevisi laporan dari daerah yang udah ditagihnya susah, telat dan hasilnya ancuuuur, heuheuheu *ketawa pasrah*. Lembur dan pulang baru jam 2 pagi, memang sudah resiko hari itu, mau bagaimana lagi. Kami pikir besoknya, semua sudah beres dan seluruh laporan bisa dikirim ke UKP 4 melalui suatu badan di kementrian. Tapi O...la..la...tidak semudah dan secepat itu kawan. Ketika seluruh laporan sudah kami compile, badan di kementrian yang memang sudah jadi rahasia umum merupakan badan yang cukup ssssttt rese mengkomplain habis-habis an laporan yang kami kumpulkan. Banyak sekali kekurangan yang mereka temukan. Huuuuufffhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...

Gw sama satu tim gw malam itu juga sekitar pukul 7 malam, menuju kantor kementrian untuk sama-sama mereview lagi laporan yang harus masuk ke UKP 4 jam 11 malam tersebut bersama badan di kementrian itu (ok, sebut saja badan X). Dan yang paling gw inget, saat masuk ruangan badan X, ada ibu-ibu super rese yang langsung menyambut muka lusuh kami dengan sapaan yang lebih cocok disebut semprotan kali yee " Banyak banget sih kalimat yang ga konsisten di laporan, coba deh kalian ngerjain nya yang telitu!!!" ebuseeeeeeee, itu berapa laporan ibuu ..20 laporan dan hanya ada 4 kepala untuk memeriksa dalam waktu super singkat!!!Ok, memang tidak ada waktu berdebat dengan ibu rese itu. Kami harus bekerja super cepat dan teliti saat itu juga karena telat sedikit, kacau urusan, rapor bu menteri merah deh. Ok, dan mulailah kami mereview bersama-sama. Oya, fyi, si ibu-ibu rese itu ga ikutan ngereview, giliran nge review aja, dia hilang! literally hilang!!huahahahahaha.

Jam set 10 teng! Review seluruh laporan pun selesai, fiuuuuuh,lumayan lega, bukan karena sudah selesai, tapi karena reviewer kali ini ada banyak kepala termasuk orang-orang dari badan X nya sendiri minus ibu-ibu rese tadi tentunya, jadi walaupun error masih mungkin terjadi, tapi galatnya pasti jauh lebih sedikit sekarang. Dan tiba saatnya mengcompile. Nah yaaa kan,, giliran udah selesai, si ibu-ibu super rese itu muncul lagi dan dengan super resenya " jadi gimana udah selesai??", " udah buu", " Udah bener kan??yakin udah beneer??". Astagaaaa, minta ditabok banget ga siiih.." sudah bu, sudah direview bersama-sama" jawab senior gw. Sedangkan gw dan teman gw yang mengcompile cuma bisa ngomel-ngomel ga jelas.

Ngga cukup, dengan pertanyaan yang ga mengenakkan itu, ibu-ibu rese ini rupanya memang hobi mengintimidasi orang lain dan mencari-cari masalah. Seperti ada sebuah pasar yang namanya aneh. Buat kami sebenarnya biasa aja, tapi ga tau deh kenapa menurut dia nama itu aneh (sebenernya yang aneh nama pasarnya atau ibu sih??) " Itu, coba-coba apa nama pasarnya? apa tuh apa?", mouse digeser untuk memperjelas si nama pasar. " Kewapantee??", " Iya bu, kewapante" jawab kami. " Kok bisa namanya kewapante??kenapa namanya aneh banget??" doeeeeeeeeeng!!!! hampir aja gw ngakak, untung aja saraf motorik gw masih ga error kayak si ibu-ibu itu. Sedangkan temen gw yang sedang mengcompile seluruh laporan di samping gw cuma bisa bisik ke gw " dis, ga kuat gw dis, jantung gw bisa ga kuat ni dis lama-lama". HUAHAHAHAHAHAHAHAHA, kalo ga inget gw lagi ada di ruangan meeting yang banyak orang, mungkin gw udah ketawa guling guling.

Yaaaa.. begitulah hari super hectic itu akhirnya berakhir cukup happy ending dengan terkumpulnya laporan tepat waktu, dan rapor ibu menteri terselamatkan. Huuuufffhhhhh...dan dua minggu lagi sepertinya cerita ini akan berlanjut ke part 3, karena akhir bulan ini UKP 4 harus menerima laporan dari kami lagi. Huaaaaaaaaahhhhhh, apa kabarnya ibu-ibu 'kewapante' itu :P :P